Ruang Sederhana Berbagi

Senin, Desember 21, 2015

Bisakah Membangun Tanpa Merusak Lingkungan?

Pertanyaan yang muncul saat diskusi lingkungan di sebuah komunitas lingkungan di atas sangat menarik untuk dikaji. Pertanyaan-pertanyaan penting selalu terkenang dan memberikan kesan mendalam untuk si penanya maupun si penjawab. Ada istilah bukan jawabannya yang penting tetapi pertanyaan. Seni bertanya tidak kalah dengan seni menjawab.  
Pembangunan yang ramah lingkungan menjadi semacam keharusan di era sekarang. Bisakah kita membangun tanpa merusak lingkungan? Ada semacam kesimpulan tak tertulis bahwa membangun itu pasti merusak, setidaknya dalam jangka waktu yang pendek. Kalau diperhatikan banyak kerusakan yang terjadi karena pembangunan fisik. Misalnya saja, pohon yang hilang, kontur tanah yang rusak dan berbagai kerusakan-kerusakan lainnya dalam lingkungan hidup sekitar.
Pembangunan konstruksi jalan baru harus memperhitungkan ekologi setempat (iden wildensyah)

Jangan sepelekan pohon yang ditebang atau kontur yang diubah begitu saja. Dalam sebuah pohon itu ada banyak mikroorganisma yang hidup. Apalagi dalam sebidang tanah itu banyak mahluk hidup golongan kecil yang hidup saling terkait satu sama lainnya. Menghancurkannya berarti menghilangkan atau merusak tatanan ekologi yang sudah berlangsung lama. 
Memang sih, ini bisa dihindari dengan alasan setelah pembangunan fisik selesai, kondisi tanah dan mahluk hidup yang ada sebelumnya bisa tergantikan dengan kondisi lingkungan yang akan terbentuk setelah pembangunan fisik selesai. Tetapi yang harus diingat bahwa mahluk hidup dalam lingkungan pra dan pasca pembangunan pasti berbeda. Berbeda karena dia harus menyesuaikan kembali dengan lingkungan hidup yang baru. Yang menarik ketika mengamati pembangunan fisik di sebuah kota disalahsatu negara yang peduli terhadap lingkungan. 
Menyadari bahwa aspal itu kenyataannya menutupi tanah, dan tanah yang ditutupi itu membuat mikroorganisma mati, maka penduduk kota berinisiatif menggantikan aspal, mengangkat lapisan aspal kemudian menggantinya dengan paving blok. Sekarang berandai-andai saja, suatu saat pembangunan di Indonesia sudah benar-benar tidak merusak lingkungan. Jangan seperti sekarang, baru sedikit saja tidak menebang pohon kemudian rame-rame diklaim sebagai perusahaan ramah lingkungan.

Share:

0 komentar:

Postingan Populer